Aparat keamanan bereaksi terhadap perisitiwa peringatan 1 Desember dengan pembunuhan, penyiksaan, dan penangkapan massa

11 Dec 2015
By: 
TAPOL

TAPOL, ICP, Franciscans International, VIVAT International-Indonesia, KontraS dan LBH Jakarta telah mendesak Pelapor Khusus PBB untuk Kebebasa Berekspresi dan Kebebasan Berkumpul untuk membawa kasus-kasus pembunuhan, penyiksaan, penangkapan massa dan penggunaan kekuatan yang berlebihan terhadap orang adat asli Papua yang telah berpartisipasi dalam aktivitas-aktivitas uituk memperingati tanggal 1 Desember kepada pemerintah Indonesia.

Penangkapan massa, pembunuhan, penyiksaan, dan pengunaan kekuatan yang berlebihan ini memperlihatkan penurunan yang parah di lingkungan untuk kebebasan berekspresi dan berkumpul di Indonesia. Sementara itu sayangnya suddar sannat mum untuk para demonstran Papua untuk menghadapi pelanggaran HAM di wilayah mereka, tindakan polisi baru-baru ini di ibukota Indonesia Jakarta menunjukkan bahwa orang-orang Papua yang mengekspresikan opini mereka tetap menghadapi resiko penangkapan dan tindakan sewenang-wenang di seluruh Indonesia. Kami percaya bahwa aksi polisi baru-baru ini terhadap orang adat asli Papua, demonstran pelajar dan jurnalis di seluruh Indonesia — di Jakarta, Pulau Yapen dan Nabire — menunjukkan pola sistematis penindasan untuk suara-suara berselisih dari orang-orang Papua.

Baca seruan mendesak selengkapnya disini