Surat Pernyataan SKP-HAM Papua: Satu Tahun Pemerintahan Jokowi – JK, Menambah Deretan Luka Rakyat Papua

10 Dec 2015
By: 
Peneas Lokbere, Koordinator SKP-HAM Papua

Surat Pernyataan: “Satu Tahun Pemerintahan Jokowi – JK, Menambah Deretan Luka Rakyat Papua”

Satu tahun sudah pemerintahan Jokowi – JK berlangsung, namun tidak ada hal – hal yang signifikan terkait dengan penyelesaian masalah konflik yang terjadi di Papua, masih maraknya aksi – aksi kekerasan yang dilakukan oleh aparat TNI/PORI mulai dari masih dilakukannya pendekatan keamanan serta penggunaan senjata api yang berlebihan atau sekedar dijadikan alasan pembelaan, matinya demokrasi ruang – ruang kebebasan berekspresi, serta penangkapan dan penahanan sewenang – wenang masih terjadi dan terus berlangsung.

Dalam satu tahun terakhir pemerintahan Jokowi – JK, setidaknya kami telah mencatat 11 (sebelas) peristiwa kekerasan dengan jumlah korban 10 (sepuluh) orang meniggal dunia dan 39 (tiga puluh sembilan) orang lainnya mengalami luka – luka, sementara itu 268 (dua ratus enam puluh delapan) orang ditangkap dalam aksi – aksi damai, yang dilakukan oleh aparat keamanan TNI/POLRI (data kasus terlampir).

Data – data kekerasan diatas menunjukan bahwa pendekatan – pendekatan keamanan melalui tindakan – tindakan kekerasan dan pembungkaman ruang – ruang berekspresi masih saja dilakukan dan terus berulang terhadap warga masyarakat Papua, pendekatan – pendekatan kemanan yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi – JK selama 1 tahun ini justru menujukan bahwa pemerintahan Jokowi – JK telah mengulangi kesalahan – kesalahan yang sama yang telah dilakukan oleh pemerintahan Presiden SBY sebelumnya selama 10 tahun. Janji – janji dialog damai antara Jakarta dan Papua dan mewujudkan Papua Dami hanyalah omong kosong yang dijadikan sebagai alat pencitraan belaka.

Banyaknya actor – actor kemanan yang ditempatkan di Papua alih - alih untuk memberikan perlindungan kepada warga sipil, namun pada faktanya actor – actor tersebut menggunakan kekuatan yang tidak proporsional (berlebihan) dan diskresi yang tidak tepat. Secara umum, peristiwa kekerasan yang masih terus terjadi dan berulang justru menambah deretan luka masyarakat Papua, sejak 1960an, yang kerap menjadi korban berbagai pelanggaran hak asasi manusia, dan praktis tak mendapatkan keadilan dari negara dan pemerintah Indonesia.

Oleh karnanya guna mewujudkan Dialog damai dan Papua damai sebagai mana janji – janji pada saat kampanye yang dilakukan oleh pemerintahan  Jokowi - JK terhadap permasalahan di Papua, perlu segera adanya penyelesaian atau penanganan melalui reaksi segera dari pemerintahan Jokowi, mengingat bahwa penuntasan berbagai kasus kekerasan dan pelanggaran HAM tidak bisa hanya diselesaikan melalui janji – janji semata, melainkan harus dipastikan adanya perintah kepada instrumen negara untuk segera bertindak dan menyelesaikan dengan tuntas segala bentuk pelanggaran atas hak asasi manusia khususnya di Papua.

Kami dari Solidaritas Korban Pelanggaran (SKP) HAM Papua (SKPKC Fransiskan Papua, BUK-Papua, KontraS Papua, FIM, FPP, AMPTPI, PMKRI, GMKI, Pemuda Katolik, SEMA STFT Fajar Timur, BEM USTJ, BEM Uncen, Gempar, KPKC Kingmi Papua, KPKC GKI dan Marinus Yaung (Akademisi Universitas Cenderawasih Papua)   menuntut Kepada:

1.     Presiden Republik Indonesia memenuhi janjinya kepada rakyat Papua yang disampaikan pada Perayaan Natal Nasional, 27 Desember 2014 di Lapangan Mandala, Jayapura-Papua terkait menuntaskan kasus pelanggaran HAM di Paniai, 8 Desember 2014.

2.     Presiden RI segera memerintahkan Komnas HAM untuk mendorong KPP HAM yang sudah dibentuk  melakukan proses hukum terhadap para pelaku penembakan di Paniai, 8 Desember 2014.

3.     Pemerintah Indonesia segera membuka ruang gerak demokrasi bagi rakyat Papua dan membuka akses media Internasional untuk masuk di tanah Papua.

4.     Dewan Perwakilan Rakyat Papua mengawal Tim KPP HAM yang sudah dibentuk pada 15 Oktober 2015 agar tim ini bekerja untuk mengungkap para pelaku penembakan di Paniai, 8 Desember 2014

5.     Dewan Perwakilan Rakyat-Papua, segera mengundang Kapolda Papua dan Pangdam Cederawasih untuk melakukan evalusi resmi atas situasi keamanan di Papua, dan menghentikan Impunitas aparat keamanan pelaku pelanggaran HAM di Papua

6.     Bersama ini kami Sejumlah Elemen-elemen yang tergabung dalam SKP HAM Papua, menyatukan hati, budi, dan fisik kami untuk berjuang  memenuhi rasa keadilan bagi korban dan keluarga korban di Enarotali, Paniai-Papua.

 

Demikian pernyataan sikap kami, atas keseriusan Bapak, Ibu kami ucapkan terima kasih.

Tuhan memberkati.

 

Jayapura, 10 Desember 2015

 

Peneas Lokbere

Koordinator SKP HAM Papua

 

Lampiran Table:

No

Tanggal Peristiwa

Kasus

Korban

1

1 Desember 2015

Kasus Penembakan terhadap warga di Serui

1orang meninggal (tertembak)

1 orang kritis di Rumah Sakit dan

2 org belum di identifikasi

2

08 Oktober 2015

Kasus Pembubaran Aksi SKP HAM Papua, di depan Kantor Pos Abe

18 org ditangkap

3

09 Oktober 2015

Kasus Penagkapan Sewenang – Wenang Aktifis KNPB di Sentani

3 Org ditangkap

4

28 September 2015

Kasus Penembakan di Mimika

-       1 Org meniggal dunia

-       2 Org mengalami luka - luka

5

28 Agustus 2015

Kasus Penembakan di Mimika

-       1 Org meiggal dunia

-       4 Org mengalami luka - luka

6

17 Juli 2015

Kasus Penembakan di Tolikara

-       1 Org meniggal dunia

-       11 Org mengalami luka - luka

7

25 Juni 2015

Kasus Penembakan di Dogiyai

-       1 Org meniggal dunia

-       1 Org mengalami luka - luka

8

22 Juni 2015

Kasus Penagkapan Sewenang – Wenang Mahasiswa FIM di Jayapura

14 Org ditangkap

9

28 Mei 2015

Penangkapan sewenang-wenang anggota KNPB-Jayapura

47 Orang ditangkap

10

21 Mei 2015

Kasus Pembubaran aksi di Biak

25 Org ditangkap

12

20 Mei 2015

Kasus Penagkapan Sewenang – Wenag Aktifis KNPB di Biak

2 Org ditangkap

13

30 April – 01 Mei 2015

Kasus Penagkapan Sewenang – Wenang Aktifis Pro Demokrasi

178 Org ditangkap

14

14 April 2015

Kasus Penagkapan Delegasi Komite Independen Papua

4 Org ditangkap

15

08 Maret 2015

Kasus Penembakan dan penangkapan sewenang-wenang, di Yahukimo

-       1 Org meninggal dunia

-       5 Org Luka-luka

-       11 Org ditangkap

16

08 Desember 2014

Kasus Penembakan di Paniai

-       5 Org meniggal dunia

-       17 Org mengalami luka - luka

17

19 November 2014

Kasus Penagkapan Sewenang –Wenang Aktifis KNPB di Nabire

8 Org ditangkap

Thumbnail photo credit: Djefri Pattirajawane / Etan.org