Aceh

Aktivis perdamaian dari Aceh © Arsip TAPOL

TAPOL melakukan pemantauan terhadap perkembangan keadilan di Aceh dan mendukung upaya-upaya untuk membangun suatu proses kebenaran dan rekonsiliasi di wilayah tersebut.

Melalui Buletin TAPOL dan publikasi lainnya, kami telah melaporkan selama bertahun-tahun tentang pelanggaran hak asasi manusia yang luas yang dilakukan oleh pasukan keamanan Indonesia selama konflik brutal dengan Gerakan Aceh Merdeka, GAM. Selama beberapa dekade, kami telah menyediakan analisis mendalam tentang konflik politik di wilayah paling utara Sumatera ini. Kami telah membantu memperkuat masyarakat sipil Aceh dan mendukung peran mereka didalam proses perdamaian melalui jejaring, juga memfasilitasi advokasi para aktivis Aceh serta mengorganisir pelatihan dan konferensi.

Setelah bencana tsunami di Samudra Hindia pada bulan Desember 2004 yang menelan lebih dari 150,000 nyawa orang Aceh, kesepakatan damai kemudian dibuat antara pemerintah Indonesia dan GAM pada bulan September 2005. Sejak saat itu, Aceh telah tetap relatif damai walaupun ada kekhawatiran yang sedang berlangsung bahwa pengenalan dan penerapan hukum Syariah di provinsi yang taat Muslim telah menjadi langkah mundur bagi penghargaan terhadap hak asasi manusia.