Bisness dan HAM

Tumpuhkan kayu milik PT Medco © Wensislaus Fatubun

TAPOL memantau dan menyoroti persoalan hak asasi manusia, masalah-masalah sosial dan lingkungan yang terkait dengan kegiatan bisnis berskala besar di Indonesia. Kami secara khusus menaruh perhatian pada dampak  bisnis, perdagangan dan investasi  Inggris terhadap masyarakat adat dan masyarakat lokal di Indonesia.

Eksploitasi sumber daya alam secara sistematis dan pencaplokan tanah berskala besar untuk kepentingan proyek-proyek agribisnis oleh perusahaan nasional dan internasional merupakan penyebab utama ketegangan dan konflik di Indonesia. Persoalan ini sangat akut di daerah dengan sumber daya alam dan tanah yang kaya seperti di Papua Barat, dimana represi politik sangat membatasi kemampuan masyarakat setempat untuk melindungi hak-hak mereka atas lahan, pangan dan mata pencaharian.

Kegiatan-kegiatan ekstraktif dan pengembangan agro-fuel sering kali melibatkan penyangkalan terhadap hak-hak atas tanah dan degradasi lingkungan yang parah. Beberapa pelanggaran hak asasi manusia terburuk, termasuk pembunuhan kilat, telah dilakukan di sekitar perusahaan besar seperti perusahaan tambang emas dan  tembaga Freeport McMoRan di Papua Barat. Perusahaan seperti Freeport membeli 'jasa perlindungan' dari pasukan keamanan nasional, dan wilayah di mana mereka beroperasi ini bergejolak karena pertikaian dengan pasukan keamanan, konflik horisontal dan bisnis militer.

Mega-proyek lainnya yang berbasis di Papua Barat adalah proyek gas alam cair BP Tangguh di Teluk Bintuni, serta proyek terpadu pangan dan energi di Merauke, yang dikenal sebagai MIFEE. Kedua proyek ini dianggap sangat bermasalah oleh masyarakat setempat, dan TAPOL bekerja untuk meningkatkan aliran informasi baik ke dalam dan keluar dari wilayah tersebut serta meningkatkan kesadaran internasional akan persoalan ini.