Keadilan Transisi

Isteri dan anak-anak Pramoedya Ananta Toer, penulis Indonesia dan tahanan politik © TAPOL

Indonesia telah membuat kemajuan substansial dalam masa transisi menuju demokrasi, namun secara menyeluruh catatan mengenai keadilan dan akuntabilitas masih  jauh  di bawah standar internasional. Pekerjaan kami dalam bidang keadilan transisional ini bertujuan untuk mendukung Indonesia agar dapat berdamai dengan masa lalunya yang kejam dan otoriter serta beradaptasi dengan masa depan yang lebih demokratis, berdasarkan keadilan dan supremasi hukum.

Masalah impunitas terus mendominasi perdebatan mengenai keadilan transisional di Indonesia. Upaya kami untuk mempromosikan akuntabilitas bagi pelanggaran hak asasi manusia berfokus pada salah satu kekejaman terburuk abad kedua puluh, yaitu pembunuhan massal yang disertai dengan kenaikan  Soeharto ke tampuk kekuasaan sebagai presiden pada tahun 1965/66. Kami melakukan advokasi internasional dan mendukung mitra masyarakat sipil dan kelompok-kelompok korban dalam perjuangan mereka untuk mendapatkan pengakuan resmi terhadap kebenaran tentang tragedi itu dan mengakhiri diskriminasi yang sedang dan terus terjadi terhadap korban dan keluarga mereka.

Kami mendukung berbagai upaya yang dilakukan untuk menjamin penegakan keadilan terhadap pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan di Timor Timur, Papua Barat, Aceh dan tempat lain di Indonesia.

TAPOL memandang perlindungan terhadap Pembela Hak Asasi Manusia sebagai aspek penting dari pekerjaan kami dalam mempromosikan keadilan transisional, dan kami akan terus menyerukan keadilan terhadap pembunuhan yang dilakukan negara pada tahun 2004 terhadap Munir, salah seorang pembela hak asasi manusia di Indonesia yang juga dikenal sebagai kritikus terkemuka terhadap  militer Indonesia .