Timor-Leste

Keluarga di kuburan Inacio Jose Manuel, ditewaskan selama pendudukan tentara Indonesia © Dave11520

Kami memantau perkembangan dan mendukung berbagai upaya untuk menjamin keadilan terhadap pelanggaran berat hak asasi manusia yang dilakukan di Timor-Leste selama pendudukan Indonesia antara tahun 1975 dan 1999.

TAPOL adalah salah satu dari beberapa organisasi internasional pada tahun 1975 yang memperingatkan adanya agresi Indonesia terhadap koloni Portugis itu serta pertumpahan darah dan teror yang akan terjadi, yang  kemudian telah mengakibatkan sebanyak 183.000 kematian terkait konflik.

Kami bekerja untuk menjaga agar persoalan tersebut tetap menjadi perhatian selama bertahun-tahun disaat masyarakat internasional telah menutup mata terhadap situasi hak asasi manusia yang mengerikan di wilayah itu, secara khusus melalui informasi yang dipublikasikan dalam Buletin TAPOL. TAPOL adalah salah satu anggota  penggerak dari gerakan solidaritas internasional yang memainkan peran kunci dalam mengawal penentuan nasib sendiri untuk Timor Timur.

Setelah pemungutan suara di Timor Timur untuk kemerdekaan pada tahun 1999, kami berkampanye dengan giat bersama dengan jaringan slodaritas agar mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan serius di wilayah tersebut harus dibawa ke pengadilan, meskipun sampai saat ini belum membuahkan hasil. Lebih dari 300 personel militer Indonesia, pejabat dan milisi terus menikmati impunitas di Indonesia, bahkan beberapa dari mereka mendapatkan posisi penting di public.